Category: Featured

  • Wakapolda Metro Jaya Tebar 37 Ribu Benih Ikan di Muara Gembong

    Wakapolda Metro Jaya Tebar 37 Ribu Benih Ikan di Muara Gembong

    Bekasi — Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono meninjau sekaligus memimpin penebaran benih ikan tahap kedua di tambak Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan rantai pasok bahan baku SPPG Polda Metro Jaya.

    Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda didampingi Kapolres Metro Bekasi, Dirpolairud, Irwasda Polda Metro Jaya, serta H. Zaini Sidi selaku pemilik lahan yang bekerja sama dalam program ketahanan pangan.

    “Pada tahap kedua ini kami menebarkan benih ikan nila dan mujair sebanyak 21.000 ekor serta ikan bandeng sebanyak 16.000 ekor. Tahap pertama sebelumnya sudah panen untuk mendukung rantai pasok bahan baku SPPG,” kata Brigjen Dekananto Eko Purwomo.

    Selain perikanan, Polda Metro Jaya juga mengembangkan sektor pertanian dan peternakan. Sebanyak 8.000 bibit semangka dan 100 pohon mangga ditanam, serta 1.000 butir telur ayam telah dipanen untuk didistribusikan ke SPPG dan masyarakat.

    Sebelumnya, Wakapolda juga meninjau greenhouse SPPG Palmerah yang mengembangkan sistem bioflok dan budidaya sayuran seperti pakcoy 180 kg, sawi 120 kg, dan selada 120 kg, serta ikan nila, lele, dan patin.

    “Seluruh hasil ini akan kami distribusikan ke SPPG dan juga membantu masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ujarnya.

    Sementara itu, H. Zaini Sidi menyebut kerja sama ini berdampak langsung bagi masyarakat. “Tahap awal sudah panen dan hari ini penebaran tahap kedua. Untuk semangka, insya Allah 60 sampai 70 hari sudah bisa dipanen,” katanya.

    Ia menambahkan, kerja sama akan diperluas dengan penanaman semangka dan timun di lahan 4 hektare, serta jagung seluas 50 hektare di wilayah lain. “Program ini sangat membantu masyarakat, baik dari sisi tenaga kerja maupun hasil panen,” pungkasnya.

  • Kapolda Sumatera selatan Gelar Tasyakuran Walimatussafar, Beri Pesan Khusus Ke Calon Haji

    Kapolda Sumsel Gelar Tasyakuran Walimatussafar, Beri Pesan Khusus Ke Calon Haji

    Jakarta – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar acara tasyakuran Walimatussafar pelepasan calon jemaah haji keluarga besar personel Polda Sumsel. Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho memberikan pesan khusus ke calon jemaah haji.
    Acara dilaksanakan di Masjid Assa’adah Mapolda Sumsel, Rabu (15/4/2026) pagi. Acara berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan.

     

    Pada tahun ini, sebanyak 44 orang calon jemaah haji merupakan personel Polda Sumsel akan diberangkatkan ke Tanah Suci. Di antara puluhan jemaah tersebut, turut serta dua Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel, yakni Kabid Keuangan (Keu) Kombes Hermawan dan Kayanma Polda Sumsel AKBP Tri Martono.

    Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi, dilanjutkan dengan lantunan Surat Yasin bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan calon jemaah haji yang diwakili oleh Kabid Keu Kombes Hermawan.

    Dalam momen pelepasan tersebut, Irjen Sandi Nugroho hadir langsung dan memberikan sambutan yang sarat akan makna spiritual. Ia menegaskan kesempatan menunaikan ibadah haji adalah sebuah panggilan suci dan kehormatan langsung dari Sang Pencipta, bukan sekadar soal kemampuan finansial.

    “Ibadah haji bukan semata-mata soal kesiapan materi, bukan pula sekadar persoalan administrasi dan rencana perjalanan. Ibadah haji adalah panggilan Allah. Banyak orang yang secara kemampuan telah siap, namun apabila belum mendapat panggilan, maka belum tentu dapat berangkat,” ujar Irjen Sandi di hadapan para jemaah.

    Pada kesempatan tersebut, Irjen Sandi turut membagikan pengalaman pribadinya sebagai refleksi bersama. Ia menceritakan pengalamannya ketika menghadapi kendala saat hendak berangkat ke Tanah Suci meski seluruh persiapan telah dilakukan.

    “Semua upaya manusia sudah dilakukan, segala ikhtiar telah ditempuh, tetapi apabila Allah belum menghendaki, maka tetap saja belum dapat berangkat. Dari pengalaman tersebut, saya semakin meyakini bahwa ibadah haji sungguh merupakan panggilan Allah. Kesempatan ini harus dijaga dengan niat yang lurus dan hati yang bersih,” tambahnya.

    Sebagai pimpinan, Irjen Sandi menitipkan pesan khusus agar seluruh jemaah keluarga besar Polda Sumsel senantiasa menjaga kebersamaan, kesehatan, dan nama baik institusi selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut. Irjen Sandi meminta para jemaah untuk melepaskan segala urusan duniawi dan fokus beribadah dengan khusyuk.

    Di akhir sambutannya, Irjen Sandi menitipkan satu harapan dan doa kepada para jemaah saat berada di tempat-tempat mustajab di Tanah Suci nanti.

    “Doakan seluruh personel Polda Sumatera Selatan agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemampuan untuk terus memberikan pengabdian terbaik. Doakan pula agar situasi kamtibmas di Sumatera Selatan senantiasa aman dan kondusif, sehingga setiap tugas yang kami emban membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    Rangkaian acara Walimatussafar ini kemudian ditutup dengan siraman rohani atau ceramah sekaligus doa pelepasan yang dipimpin langsung oleh Ustaz Saptudin mengantarkan langkah para calon tamu Allah dengan penuh keberkahan.

  • Begini Reaksi Cepat Ditpolairud Polda Sulut Padamkan Kebakaran Kapal KM Maranatha 04

    Reaksi Cepat Ditpolairud Polda Sulut Padamkan Kebakaran Kapal KM Maranatha 04 di Perairan Bitung

    BITUNG – 15 April, 2026, Tim Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan kesiapsiagaan dan kecepatan tinggi dalam menangani insiden kebakaran yang melanda kapal KM Maranatha 04. Insiden yang terjadi  sekitar pukul 05.44 WITA ini berlangsung di wilayah perairan Selat Lembeh, tepatnya di depan Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kota Bitung.

    Mendapat informasi kejadian,  Ditpolairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., segera mengerahkan personel dan memerintahkan evakuasi serta penanganan darurat.

    Sigap Padamkan Api, Dua ABK Selamat

    Satu unit kapal patroli KP SBU XV 2003 yang dikomandani oleh Bripka Hanny Wantania beserta awak kapal segera dikerahkan menuju lokasi. Sesampainya di sana, diketahui kapal KM Maranatha 04 sedang bersandar atau berlabuh ketika api mulai muncul.
    Petugas langsung bertindak cepat melakukan pemadaman menggunakan peralatan pemadam kebakaran yang tersedia. Berkat ketangkasan dan kerja cepat tersebut, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sebelum meluas ke bagian lain kapal.

    Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting listrik pada instalasi di atas kapal. Dalam insiden tersebut, dua orang Awak Kapal (ABK) yang sedang bertugas menjaga kapal berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak mengalami luka-luka.

    Imbauan Keselamatan Pelayaran

    Situasi berhasil diamankan sepenuhnya dan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Namun, penyebab pasti dan kerugian materiil masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
    Sebagai bentuk tanggung jawab dan pencegahan, Ditpolairud Polda Sulut mengimbau seluruh Nakhoda dan awak kapal agar selalu melakukan pengecekan rutin.

    “Kami mengimbau agar selalu memastikan kondisi instalasi listrik serta seluruh peralatan keselamatan kapal dalam keadaan baik dan layak fungsi, guna mencegah terulangnya insiden kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak,” tegasnya.

  • Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Kasus Uang Palsu di Bogor, 12.191 Lembar Diamankan

    Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Uang Palsu di Bogor, 12.191 Lembar Diamankan

    Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembuatan dan peredaran uang palsu pecahan Rp100 ribu di Bogor, Jawa Barat, dengan menangkap satu tersangka berinisial MP (39).

    Kabidhumas Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga edukasi agar masyarakat tidak menjadi korban. Hal ini penting karena peredaran uang palsu berpotensi merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.

    Pengungkapan dilakukan pada 30 Maret 2026 di wilayah Kemang, Bogor. Dari tersangka, polisi menyita 12.191 lembar uang palsu serta sejumlah peralatan produksi seperti printer, kertas, dan alat pemotong.

    Modus yang digunakan adalah mencetak dan memotong uang agar menyerupai asli, kemudian menawarkan skema “penggandaan uang” untuk menarik korban. Kasus ini terungkap berkat informasi masyarakat yang ditindaklanjuti melalui penyelidikan.

    Saat ini, penyidik masih mengembangkan kasus tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dengan menerapkan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) saat menerima uang, serta segera melapor melalui layanan Polisi 110 jika menemukan indikasi uang palsu.

    #poldametrojaya
    #polriuntukmasyarakat
    #JagaJakarta+

  • Kapolda Sumsel Minta Jajaran Tak Antikritik: Juragan Kita adalah Masyarakat

    Kapolda Sumsel Minta Jajaran Tak Antikritik: Juragan Kita adalah Masyarakat

    Jakarta – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Sandi Nugroho mengatakan polisi harus bekerja untuk masyarakat. Dia menekankan masyarakat sebagai juragan atau atasan dari polisi.
    Arahan itu disampaikan Sandi dalam agenda rutin coffee morning bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel di Ruang Transit Gedung Presisi Polda Sumsel pada Kamis (2/4/2026). Dia mengingatkan kinerja kepolisian baru bisa dianggap baik saat masyarakat sudah merasa terlayani dan terlindungi.

    “Kita harus selalu ingat dan tanamkan, bahwa pelanggan kita, juragan kita adalah masyarakat. Boleh saja kita di internal merasa sudah bekerja dengan baik, tapi pada akhirnya yang berhak menilai adalah masyarakat sebagai ‘juragan’ kita,” kata Sandi.

    Sandi menekankan kepada seluruh jajaran Polda Sumsel untuk tidak antikritik terhadap masukan masyarakat. Dia meminta jajarannya proaktif membuka ruang diskusi dan mengundang berbagai elemen masyarakat untuk memberikan masukan langsung kepada Polda Sumsel.

    “Kita akan mengundang sejumlah komunitas masyarakat secara bergiliran, dari mulai yang soft, medium, sampai yang hard. Bahkan kelompok masyarakat yang selama ini gemar mengkritik polisi pun akan kita undang secara khusus. Kita tidak antikritik. Justru masukan tajam dari mereka adalah ‘cermin’ bagi kita untuk terus memperbaiki tata kelola kepolisian di lapangan,” urainya.

    Agenda coffee morning yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB ini sendiri diawali dengan paparan teknis dari Kepala Biro Logistik (Karolog) Polda Sumsel, Kombes Budi Santosa. Di hadapan Kapolda dan para PJU, Budi membedah secara komprehensif mengenai tugas pokok dan fungsi bidang logistik Polri, serta optimalisasi penggunaan aset untuk menunjang kelancaran anggota di lapangan.

    Seluruh kesiapan logistik, sarana, dan prasarana tersebut ditekankan harus bermuara pada satu tujuan utama: memberikan pelayanan yang maksimal dan responsif kepada masyarakat.

    Lebih lanjut, Kapolda Sumsel meminta Direktorat Intelijen Keamanan memfasilitasi ruang pertemuan tatap muka antara polisi dan warga guna merealisasi pendekatan humanis tersebut.

    “Jika kita sudah bersinergi, mendengar langsung dari masyarakat selaku ‘juragan’ kita, kita bisa meredam berbagai potensi konflik sejak dini. Harapannya, ketika kita membutuhkan dukungan dalam bertugas, masyarakat sudah merasa menjadi satu bagian tim pemelihara Kamtibmas bersama Polri,” pungkas Sandi.

  • Rumah Warga Roboh Pasca Gempa M 7,6 di Bitung, Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Evakuasi

    Rumah Warga Roboh Pasca Gempa M 7,6 di Bitung, Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Evakuasi

    Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara diterjunkan untuk melaksanakan evakuasi rumah warga yang roboh milik keluarga Roni Endwa Siahaya–Kombohi di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Kamis (2/4/2026).

    Evakuasi dilakukan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung pada pukul 07.48 WIT. Guncangan yang terjadi cukup kuat tersebut dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Utara, khususnya di Kota Bitung.

    Akibat gempa tersebut, satu unit rumah milik warga dilaporkan roboh dan mengalami kerusakan parah. Menindaklanjuti kejadian itu, personel Ditpolairud Polda Sulut segera turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi serta memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman.

    Selain melakukan evakuasi, petugas juga memberikan bantuan kepada keluarga terdampak serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau kondusif dan proses penanganan terus dilakukan oleh aparat bersama instansi terkait.

  • Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh Pasca Gempa

    Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh Pasca Gempa

    Personil Ditpolairud Polda Sulut diterjunkan untuk melaksanakan evakuasi rumah warga yang roboh milik dari Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut,

    Pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung Kamis, 02 April 2026, sekitar pukul 07. 48 WIT.

    Gempa yang terjadi pada pukul 07.48  ini sempat dirasakan cukup kuat oleh masyarakat. Sulawesi Utara, khususnya di kota bitung

    Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,6 skala richter terletak pada koordinat 1.25 Lintang Utara – 126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.

    Gempa ini dilaporkan dirasakan hingga Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi Maluku Utara dan Bitung, Manado dan Minahasa Sulawesi Utara.

    Guncanggan tersebut merobohkan salah satu bangun milik Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi tepatnya di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut, Kamis (02/04/2026)

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Personil Ditpolairud Polda Sulut bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi material bangunan serta memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam reruntuhan.

    Setibanya di lokasi, personel Ditpolairud Polda Sulut  langsung melakukan sterilisasi area dan pengamanan lokasi agar proses dapat berjalan aman.

    Tim kemudian menyingkirkan puing-puing bangunan, memeriksa kondisi struktural sisa bangunan, serta membantu pemilik rumah menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

    Setelah itu, Dirpolairud Polda Sulut Kombel Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H.,M.H menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara maksimal demi keselamatan warga.

    “PERSONEL KAMI LANGSUNG MELAKUKAN TINDAKAN CEPAT UNTUK MENGEVAKUASI RERUNTUHAN DAN MEMASTIKAN TIDAK ADA KORBAN JIWA. INI ADALAH BENTUK KESIGAPAN DITPOLAIRUD POLDA SULUT DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT,” UJARNYA.

    Hingga saat ini, situasi di wilayah Kota bitung berangsur stabil. personil Ditpolairud Polda Sulut  tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan serta membantu warga yang masih membutuhkan pendampingan maupun bantuan lanjutan,” Pungkas Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.

    Sementara itu, Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami, Rahmat Triyono, memastikan BMKG akan menurunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik (sebaran kerusakan) dan mikroseismik (gempa susulan). Di sisi lain, BMKG juga akan memasang portable seismograph di sekitar Maluku Utara dan Ternate dalam upaya pengumpulan data.

    Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memantau potensi gempa susulan serta dampak kerusakannya,” terang Rahmat.

    Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa ini menimbulkan dampak kerusakan bangunan di beberapa titik, seperti di gedung KONI Sario Manado, Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua Kota Ternate yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

    “BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 09.56 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya,” pungkas Faisal.

    Sejalan dengan itu, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Radjab, mengimbau masyarakat untuk memastikan keselamatan dan keamanan bangunan sebelum kembali beraktivitas.

    Kami mengimbau kepada masyarakat di daerah terdampak untuk melakukan pemeriksaan struktur bangunan sebelum memasuki rumah atau gedung. Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” tutur Fachri.

  • Aksi Humanis Polisi Gendong Bayi Saat Shalat Id di Yogyakarta Banjir Pujian

    Aksi Humanis Polisi Gendong Bayi Saat Shalat Id di Yogyakarta Banjir Pujian

    Sebuah momen penuh kehangatan saat pelaksanaan Salat Idulfitri di Yogyakarta menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang anggota polisi dengan sigap membantu seorang ibu yang tengah kesulitan menggendong bayinya saat menjalankan salat.

    Kejadian itu berlangsung saat polisi tersebut sedang bertugas mengamankan jalannya ibadah Salat Id. Di tengah suasana khusyuk, ia melihat seorang ibu yang tetap berusaha melaksanakan salat sambil menggendong bayinya. Tanpa ragu, polisi itu segera menghampiri dan dengan penuh kehati-hatian mengambil alih bayi tersebut.

    Ia kemudian menggendong dan menjaga sang bayi hingga ibunya selesai menunaikan ibadah. Aksi sederhana namun tulus itu justru menyentuh banyak orang. Menariknya, bayi yang berada dalam gendongan polisi tampak tenang dan tidak rewel, seolah merasa nyaman dalam pelukan tersebut.

    Video ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @izzun_nafroni dan dengan cepat menyebar luas. Sejumlah akun lain, termasuk @kamiada.co, turut membagikan ulang momen tersebut dengan pesan penuh makna, mendoakan agar setiap niat baik dimudahkan.

    Respons warganet pun didominasi komentar positif. Banyak yang memuji sikap humanis dan kepedulian anggota polisi tersebut. Aksi ini dinilai sebagai wujud nyata pelayanan kepada masyarakat yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga empati.

    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas negara, ada sisi kemanusiaan yang mampu menyentuh hati banyak orang. Di momen penuh makna seperti Idulfitri, tindakan kecil seperti ini justru menghadirkan dampak besar dan menginspirasi.

  • Pererat Sinergitas, Kapolresta Banyuwangi Gandeng Ormek Cipayung Plus Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

    Pererat Sinergitas, Kapolresta Banyuwangi Gandeng Ormek Cipayung Plus Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

    Pererat Sinergitas, Kapolresta Banyuwangi Gandeng Ormek Cipayung Plus Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

    BANYUWANGI – Semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Polresta Banyuwangi. Kali ini, Kapolresta Banyuwangi menggandeng elemen mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan (Ormek) Cipayung Plus Banyuwangi untuk menggelar aksi sosial bagi-bagi takjil dan buka puasa bersama, Minggu (15/03/2026).

    Kegiatan diawali dengan aksi turun ke jalan di depan markas PMI Banterang. Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama para tokoh mahasiswa dari GMNI, HMI, PMII, dan IMM tampak bahu-membahu membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat dan pengendara yang melintas. Sebanyak 250 paket takjil habis dibagikan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang sedang menjalankan ibadah puasa.

    Setelah aksi berbagi di jalanan, rombongan kemudian bergeser menuju kawasan Fish Market Mandar untuk melanjutkan agenda buka puasa bersama. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan tersebut, yang juga dihadiri oleh Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta, serta perwakilan PCNU Banyuwangi.

    Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas Ramadhan, melainkan upaya strategis untuk membangun jembatan komunikasi dan memperkuat tali silaturahmi dengan kelompok intelektual muda di Banyuwangi.

    “Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus adalah mitra strategis Polri dalam menjaga kondusifitas wilayah. Melalui momentum Ramadhan ini, kami ingin duduk bersama, berbagi kebahagiaan, sekaligus menyamakan persepsi dalam membangun Banyuwangi yang lebih aman dan harmonis. Sinergi antara kepolisian dan mahasiswa adalah kekuatan penting untuk memastikan pesan-pesan kamtibmas tersampaikan dengan baik ke seluruh lapisan masyarakat,” tegas Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan.

    Lebih lanjut, Kapolresta Banyuwangi berharap agar kolaborasi semacam ini terus berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan positif lainnya. “Dialog yang terbuka antara aparat keamanan dan aktivis mahasiswa sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas sosial di Bumi Blambangan. Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan mahasiswa. Ini adalah bukti bahwa kita memiliki semangat yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.

    Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan diskusi ringan pasca berbuka puasa, yang mempertegas komitmen bersama antara Polresta Banyuwangi dan Ormek Cipayung Plus untuk terus bersinergi dalam menjaga ketertiban umum.(*)

  • Kapolda Metro Jaya Tinjau Pospam Cikunir, Perkuat Kesiapan Operasi Ketupat Jaya 2026

    Kapolda Metro Jaya Tinjau Pospam Cikunir, Perkuat Kesiapan Operasi Ketupat Jaya 2026

    Dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran, Kapolda Metro Jaya didampingi Wakapolda Metro Jaya melaksanakan pengecekan Pospam Cikunir di Jalan Tol Km 10A, Bekasi Kota, pada Selasa, 17 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Jaya 2026” Polda Metro Jaya.

     

    Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, serta kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kabasarnas RI, Pejabat Utama Polda Metro Jaya, serta Kapolrestro Bekasi Kota, sebagai wujud sinergi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik.

    #poldametrojaya
    #polriuntukmasyarakat
    #JagaJakarta+