Author: amin

  • Polda Metro Jaya Jadi Contoh Penguatan Rantai Pasok MBG, Polri Dorong Jajaran Kembangkan Potensi Pangan Lokal

    Polda Metro Jaya Jadi Contoh Penguatan Rantai Pasok MBG, Polri Dorong Jajaran Kembangkan Potensi Pangan Lokal

    JAKARTA — Polri terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program pemerintah melalui penguatan ekosistem rantai pasok bahan pangan dari produksi lokal hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    Bapak Kapolri terus mendorong jajaran untuk mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut, termasuk dengan mengoptimalkan potensi pangan di masing-masing wilayah. Implementasinya tidak hanya dilakukan melalui pembangunan dan operasionalisasi SPPG, tetapi juga dengan memperkuat produksi pangan, distribusi, kualitas bahan pangan, serta keterlibatan masyarakat.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, apa yang dilakukan Polda Metro Jaya di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu contoh implementasi arahan tersebut.

    “MBG merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh komponen. Kapolri memerintahkan jajaran untuk mendukung pelaksanaannya sesuai tugas dan potensi wilayah masing-masing. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok, sehingga produksi pangan masyarakat dapat terhubung dengan kebutuhan SPPG,” ujar Trunoyudo, Senin (28/9/2026).

    Berdasarkan data Satgas MBG Polri per 28 September 2026, terdapat 1.502 SPPG Polri dalam berbagai tahapan pengembangan. Sebanyak 841 SPPG telah operasional, 390 dalam persiapan operasional, dan 271 masih dalam tahap pembangunan.

    Jaringan tersebut diproyeksikan melayani sekitar 2.102.500 penerima manfaat dan menyerap sekitar 42.050 tenaga kerja.

    Menurut Trunoyudo, besarnya jaringan SPPG tersebut perlu diikuti dengan penguatan rantai pasok agar ketersediaan bahan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.

    “Kapolri mengarahkan agar dukungan Polri tidak berhenti pada pembangunan SPPG. Jajaran juga didorong melihat potensi produksi di wilayahnya masing-masing dan membangun hubungan antara produsen pangan dengan kebutuhan SPPG,” jelasnya.

    Salah satu implementasi dilakukan Polda Metro Jaya melalui pengembangan kawasan pangan di Muara Gembong.

    Kawasan yang sebelumnya memiliki sekitar 60 kolam berkembang menjadi 128 kolam. Dalam panen raya pada Senin (28/9/2026), dihasilkan sekitar 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam.

    Hasil perikanan terdiri atas 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram lele, 1.000 kilogram udang vaname, dan 1.000 kilogram udang pancet.

    Sebanyak 5.171 kilogram ikan telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan 12 SPPG Polda Metro Jaya yang melayani sekitar 30.997 penerima manfaat.

    Distribusi menggunakan kendaraan yang dilengkapi box es untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan.

    Trunoyudo mengatakan, pola tersebut dapat menjadi contoh bagi Polda jajaran.

    “Yang direplikasi bukan semata-mata bentuk kegiatannya, tetapi konsepnya. Polda jajaran dapat memetakan potensi pangan masing-masing, membangun produksi bersama masyarakat, menjaga kualitas, menyiapkan distribusi, kemudian menghubungkannya dengan SPPG,” katanya.

    Menurutnya, wilayah pertanian dapat mengembangkan beras, jagung, sayur dan buah. Wilayah peternakan dapat memperkuat telur, ayam dan sumber protein lainnya, sedangkan wilayah pesisir dapat mengembangkan ikan dan udang.

    Penguatan rantai pasok tersebut juga didukung melalui rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) dengan kompetensi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, gizi dan bidang terkait lainnya.

    “Bakomsus menjadi bagian dari penguatan SDM untuk mendukung program pemerintah. Personel dengan kompetensi pertanian, perikanan, peternakan dan gizi dapat membantu memperkuat sisi teknis produksi, pendampingan, kualitas hingga keberlanjutan rantai pasok,” ujar Trunoyudo.

    Ia menegaskan, model tersebut diharapkan membuat MBG memberikan manfaat yang lebih luas.

    “Dengan rantai pasok yang kuat, produksi masyarakat memiliki jalur penyerapan, SPPG memperoleh pasokan yang berkelanjutan, dan masyarakat ikut memperoleh manfaat ekonomi. Ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah melalui pendekatan berbasis potensi daerah,” pungkasnya.

  • Polda Metro Jaya Jadi Contoh Penguatan Rantai Pasok MBG

    Polda Metro Jaya Jadi Contoh Penguatan Rantai Pasok MBG

    JAKARTA — Polri terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program pemerintah melalui penguatan ekosistem rantai pasok bahan pangan dari produksi lokal hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    Bapak Kapolri terus mendorong jajaran untuk mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut, termasuk dengan mengoptimalkan potensi pangan di masing-masing wilayah. Implementasinya tidak hanya dilakukan melalui pembangunan dan operasionalisasi SPPG, tetapi juga dengan memperkuat produksi pangan, distribusi, kualitas bahan pangan, serta keterlibatan masyarakat.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, apa yang dilakukan Polda Metro Jaya di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu contoh implementasi arahan tersebut.

    “MBG merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh komponen. Kapolri memerintahkan jajaran untuk mendukung pelaksanaannya sesuai tugas dan potensi wilayah masing-masing. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok, sehingga produksi pangan masyarakat dapat terhubung dengan kebutuhan SPPG,” ujar Trunoyudo, Senin (28/9/2026).

    Berdasarkan data Satgas MBG Polri per 28 September 2026, terdapat 1.502 SPPG Polri dalam berbagai tahapan pengembangan. Sebanyak 841 SPPG telah operasional, 390 dalam persiapan operasional, dan 271 masih dalam tahap pembangunan.

    Jaringan tersebut diproyeksikan melayani sekitar 2.102.500 penerima manfaat dan menyerap sekitar 42.050 tenaga kerja.

    Menurut Trunoyudo, besarnya jaringan SPPG tersebut perlu diikuti dengan penguatan rantai pasok agar ketersediaan bahan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.

    “Kapolri mengarahkan agar dukungan Polri tidak berhenti pada pembangunan SPPG. Jajaran juga didorong melihat potensi produksi di wilayahnya masing-masing dan membangun hubungan antara produsen pangan dengan kebutuhan SPPG,” jelasnya.

    Salah satu implementasi dilakukan Polda Metro Jaya melalui pengembangan kawasan pangan di Muara Gembong.

    Kawasan yang sebelumnya memiliki sekitar 60 kolam berkembang menjadi 128 kolam. Dalam panen raya pada Senin (28/9/2026), dihasilkan sekitar 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam.

    Hasil perikanan terdiri atas 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram lele, 1.000 kilogram udang vaname, dan 1.000 kilogram udang pancet.

    Sebanyak 5.171 kilogram ikan telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan 12 SPPG Polda Metro Jaya yang melayani sekitar 30.997 penerima manfaat.

    Distribusi menggunakan kendaraan yang dilengkapi box es untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan.

    Trunoyudo mengatakan, pola tersebut dapat menjadi contoh bagi Polda jajaran.

    “Yang direplikasi bukan semata-mata bentuk kegiatannya, tetapi konsepnya. Polda jajaran dapat memetakan potensi pangan masing-masing, membangun produksi bersama masyarakat, menjaga kualitas, menyiapkan distribusi, kemudian menghubungkannya dengan SPPG,” katanya.

    Menurutnya, wilayah pertanian dapat mengembangkan beras, jagung, sayur dan buah. Wilayah peternakan dapat memperkuat telur, ayam dan sumber protein lainnya, sedangkan wilayah pesisir dapat mengembangkan ikan dan udang.

    Penguatan rantai pasok tersebut juga didukung melalui rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) dengan kompetensi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, gizi dan bidang terkait lainnya.

    “Bakomsus menjadi bagian dari penguatan SDM untuk mendukung program pemerintah. Personel dengan kompetensi pertanian, perikanan, peternakan dan gizi dapat membantu memperkuat sisi teknis produksi, pendampingan, kualitas hingga keberlanjutan rantai pasok,” ujar Trunoyudo.

    Ia menegaskan, model tersebut diharapkan membuat MBG memberikan manfaat yang lebih luas.

    “Dengan rantai pasok yang kuat, produksi masyarakat memiliki jalur penyerapan, SPPG memperoleh pasokan yang berkelanjutan, dan masyarakat ikut memperoleh manfaat ekonomi. Ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah melalui pendekatan berbasis potensi daerah,” pungkasnya.

  • Polda Metro Jaya Jadi Contoh Penguatan Rantai Pasok MBG, Polri Dorong Jajaran Kembangkan Potensi Pangan Lokal

    Polda Metro Jaya Jadi Contoh Penguatan Rantai Pasok MBG, Polri Dorong Jajaran Kembangkan Potensi Pangan Lokal

    JAKARTA — Polri terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program pemerintah melalui penguatan ekosistem rantai pasok bahan pangan dari produksi lokal hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    Bapak Kapolri terus mendorong jajaran untuk mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut, termasuk dengan mengoptimalkan potensi pangan di masing-masing wilayah. Implementasinya tidak hanya dilakukan melalui pembangunan dan operasionalisasi SPPG, tetapi juga dengan memperkuat produksi pangan, distribusi, kualitas bahan pangan, serta keterlibatan masyarakat.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, apa yang dilakukan Polda Metro Jaya di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu contoh implementasi arahan tersebut.

    “MBG merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh komponen. Kapolri memerintahkan jajaran untuk mendukung pelaksanaannya sesuai tugas dan potensi wilayah masing-masing. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok, sehingga produksi pangan masyarakat dapat terhubung dengan kebutuhan SPPG,” ujar Trunoyudo, Senin (28/9/2026).

    Berdasarkan data Satgas MBG Polri per 28 September 2026, terdapat 1.502 SPPG Polri dalam berbagai tahapan pengembangan. Sebanyak 841 SPPG telah operasional, 390 dalam persiapan operasional, dan 271 masih dalam tahap pembangunan.

    Jaringan tersebut diproyeksikan melayani sekitar 2.102.500 penerima manfaat dan menyerap sekitar 42.050 tenaga kerja.

    Menurut Trunoyudo, besarnya jaringan SPPG tersebut perlu diikuti dengan penguatan rantai pasok agar ketersediaan bahan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.

    “Kapolri mengarahkan agar dukungan Polri tidak berhenti pada pembangunan SPPG. Jajaran juga didorong melihat potensi produksi di wilayahnya masing-masing dan membangun hubungan antara produsen pangan dengan kebutuhan SPPG,” jelasnya.

    Salah satu implementasi dilakukan Polda Metro Jaya melalui pengembangan kawasan pangan di Muara Gembong.

    Kawasan yang sebelumnya memiliki sekitar 60 kolam berkembang menjadi 128 kolam. Dalam panen raya pada Senin (28/9/2026), dihasilkan sekitar 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam.

    Hasil perikanan terdiri atas 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram lele, 1.000 kilogram udang vaname, dan 1.000 kilogram udang pancet.

    Sebanyak 5.171 kilogram ikan telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan 12 SPPG Polda Metro Jaya yang melayani sekitar 30.997 penerima manfaat.

    Distribusi menggunakan kendaraan yang dilengkapi box es untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan.

    Trunoyudo mengatakan, pola tersebut dapat menjadi contoh bagi Polda jajaran.

    “Yang direplikasi bukan semata-mata bentuk kegiatannya, tetapi konsepnya. Polda jajaran dapat memetakan potensi pangan masing-masing, membangun produksi bersama masyarakat, menjaga kualitas, menyiapkan distribusi, kemudian menghubungkannya dengan SPPG,” katanya.

    Menurutnya, wilayah pertanian dapat mengembangkan beras, jagung, sayur dan buah. Wilayah peternakan dapat memperkuat telur, ayam dan sumber protein lainnya, sedangkan wilayah pesisir dapat mengembangkan ikan dan udang.

    Penguatan rantai pasok tersebut juga didukung melalui rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) dengan kompetensi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, gizi dan bidang terkait lainnya.

    “Bakomsus menjadi bagian dari penguatan SDM untuk mendukung program pemerintah. Personel dengan kompetensi pertanian, perikanan, peternakan dan gizi dapat membantu memperkuat sisi teknis produksi, pendampingan, kualitas hingga keberlanjutan rantai pasok,” ujar Trunoyudo.

    Ia menegaskan, model tersebut diharapkan membuat MBG memberikan manfaat yang lebih luas.

    “Dengan rantai pasok yang kuat, produksi masyarakat memiliki jalur penyerapan, SPPG memperoleh pasokan yang berkelanjutan, dan masyarakat ikut memperoleh manfaat ekonomi. Ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah melalui pendekatan berbasis potensi daerah,” pungkasnya.

  • Bukti Dukung Rantai Pasok SPPG, Polda Metro Jaya Panen Raya di Muara Gembong

    Bangun Ekosistem Rantai Pasok SPPG, Polda Metro Jaya Dorong Lapangan Kerja di Muara Gembong

     Jakarta. Polda Metro Jaya terus mengembangkan ekosistem rantai pasok bahan baku untuk mendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah hukumnya. Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya di kawasan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri mengatakan, keberhasilan program tidak semata diukur dari jumlah tambak maupun hasil panen, tetapi dari manfaat yang tumbuh bersama masyarakat, termasuk terbukanya kesempatan kerja bagi warga sekitar. Dilansir dari Media Hub, Senin (28/9/26).

    “Bagi saya, ini bukan sekadar berapa banyak tambak atau berapa besar hasil panennya. Yang lebih penting adalah semakin banyak masyarakat yang dapat terlibat dan memperoleh pekerjaan. Ini membawa manfaat bagi warga Muara Gembong, sekaligus mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Asep.

    Menurutnya, jumlah tambak yang sebelumnya sekitar 60 kini berkembang menjadi 128 tambak ikan. Pengembangan tersebut akan terus didorong agar terbentuk rantai pasok yang berkelanjutan, mulai dari proses budidaya, panen, hingga pemanfaatan hasil produksi sebagai bahan baku SPPG. “Jangan berhenti pada panen hari ini. Setelah panen, kita siapkan kembali tebar benih dan budidaya berikutnya agar ekosistem ini terus berjalan dan manfaatnya semakin luas,” katanya.

    Kapolda menegaskan, keberlanjutan program membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Polda Metro Jaya bersama Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi dan jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Bekasi terus membangun koordinasi dalam pengembangan budidaya, pengawasan kualitas hasil produksi, hingga penyalurannya kepada SPPG.

    “Semua ini tidak mungkin dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah daerah, BGN, Dinas Perikanan, dan kepolisian. Dengan kolaborasi yang baik, kita ingin rantai pasoknya berjalan, kebutuhan SPPG terpenuhi, dan masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi,” ujar Kapolda.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan, hasil produksi kawasan tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan bahan pangan 12 dapur SPPG di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Untuk hasil panen kali ini, distribusi diprioritaskan bagi SPPG di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

    “Kolaborasi dengan BGN dan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ini. Tidak hanya memastikan kualitas bahan pangan tetap terjaga, tetapi juga mendorong agar proses produksi melibatkan dan memberikan manfaat kepada masyarakat setempat. Harapannya, rantai pasok SPPG dapat tumbuh berkelanjutan sekaligus ikut menggerakkan ekonomi warga,” pungkasnya.

    TAGLINE

    Pakar Seo , Master Seo , Pakar seo polri , master seo polri

    Mohammad Khoirul Amin, Khoirul Amin , Amin

  • Dukung Rantai Pasok SPPG, Polda Metro Jaya Panen Raya di Muara Gembong

    Dukung Rantai Pasok SPPG, Polda Metro Jaya Panen Raya di Muara Gembong

     Jakarta. Polda Metro Jaya terus mengembangkan ekosistem rantai pasok bahan baku untuk mendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah hukumnya. Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya di kawasan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri mengatakan, keberhasilan program tidak semata diukur dari jumlah tambak maupun hasil panen, tetapi dari manfaat yang tumbuh bersama masyarakat, termasuk terbukanya kesempatan kerja bagi warga sekitar. Dilansir dari Media Hub, Senin (28/9/26).

    “Bagi saya, ini bukan sekadar berapa banyak tambak atau berapa besar hasil panennya. Yang lebih penting adalah semakin banyak masyarakat yang dapat terlibat dan memperoleh pekerjaan. Ini membawa manfaat bagi warga Muara Gembong, sekaligus mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Asep.

    Menurutnya, jumlah tambak yang sebelumnya sekitar 60 kini berkembang menjadi 128 tambak ikan. Pengembangan tersebut akan terus didorong agar terbentuk rantai pasok yang berkelanjutan, mulai dari proses budidaya, panen, hingga pemanfaatan hasil produksi sebagai bahan baku SPPG. “Jangan berhenti pada panen hari ini. Setelah panen, kita siapkan kembali tebar benih dan budidaya berikutnya agar ekosistem ini terus berjalan dan manfaatnya semakin luas,” katanya.

    Kapolda menegaskan, keberlanjutan program membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Polda Metro Jaya bersama Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi dan jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Bekasi terus membangun koordinasi dalam pengembangan budidaya, pengawasan kualitas hasil produksi, hingga penyalurannya kepada SPPG.

    “Semua ini tidak mungkin dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah daerah, BGN, Dinas Perikanan, dan kepolisian. Dengan kolaborasi yang baik, kita ingin rantai pasoknya berjalan, kebutuhan SPPG terpenuhi, dan masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi,” ujar Kapolda.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan, hasil produksi kawasan tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan bahan pangan 12 dapur SPPG di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Untuk hasil panen kali ini, distribusi diprioritaskan bagi SPPG di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

    “Kolaborasi dengan BGN dan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ini. Tidak hanya memastikan kualitas bahan pangan tetap terjaga, tetapi juga mendorong agar proses produksi melibatkan dan memberikan manfaat kepada masyarakat setempat. Harapannya, rantai pasok SPPG dapat tumbuh berkelanjutan sekaligus ikut menggerakkan ekonomi warga,” pungkasnya.

    TAGLINE

    Pakar Seo , Master Seo , Pakar seo polri , master seo polri

    Mohammad Khoirul Amin, Khoirul Amin , Amin

  • Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Bitung

    Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Bitung

    Makassar. Sumber ilustrasi: SHUTTERSTOCK via KOMPAS.com/Andreawan Tarigan
    Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Tangani Karhutla di Bitung, Bukti Nyata Kesiapsiagaan di Segala Medan

    Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Bitung mendapatkan penanganan cepat dari jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Utara. Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga serta kelestarian lingkungan, personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulut terjun langsung ke lokasi untuk memadamkan kobaran api.

    Langkah tanggap darurat ini membuktikan bahwa Ditpolairud Polda Sulut tidak hanya fokus pada pengamanan wilayah perairan dan udara, tetapi juga selalu siaga menghadapi potensi bencana darat saat masyarakat membutuhkan.

     

     

    Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Tangani Karhutla di Bitung, Bukti Nyata Kesiapsiagaan di Segala Medan
    Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Tangani Karhutla di Bitung, Bukti Nyata Kesiapsiagaan di Segala Medan

     

    Aksi Tanggap dan Sinergi di Lapangan

    Begitu menerima informasi munculnya titik api di Bitung, tim Ditpolairud Polda Sulut langsung bergerak ke titik lokasi kejadian dengan membawa peralatan pemadaman darurat. Di lapangan, para personel bahu-membahu bersama instansi terkait dan warga setempat melakukan tindakan terukur:

    Melokalisasi Area Kebakaran: Membuat sekat bakar darurat untuk memutus perambatan api agar tidak menyebar ke pemukiman warga maupun kawasan hutan sekitar.

    Pemadaman dan Pendinginan Lahan: Memanfaatkan sumber air terdekat serta alat pemadam portabel untuk memadamkan titik api utama hingga bara di area terjal.

    Penyisiran Titik Sekam: Memastikan sisa-sisa asap benar-benar padam guna mengantisipasi potensi timbulnya api susulan akibat tiupan angin kencang.

    Mencegah Dampak Buruk bagi Masyarakat

    Penanganan cepat ini merupakan langkah krusial untuk mencegah dampak kerugian yang lebih luas. Selain merusak ekosistem dan flora-fauna lokal, bahaya asap Karhutla dapat mengganggu kesehatan masyarakat, memicu penyakit saluran pernapasan (ISPA), serta mengganggu aktivitas transportasi darat dan udara.

    Imbauan dan Komitmen Layanan

    Sesuai dengan semangat “Sigap bertindak, hadir untuk masyarakat”, Ditpolairud Polda Sulut juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan saat membuka kawasan pertanian atau membuang puntung rokok sembarangan di area kering.

    Melalui kepedulian dan kesiapsiagaan tinggi tanpa memandang batas medan, Ditpolairud Polda Sulut berkomitmen untuk terus menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelestarian alam di bumi Nyiur Melambai.

     

  • Personel Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Bitung

    Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Bitung

    Makassar. Sumber ilustrasi: SHUTTERSTOCK via KOMPAS.com/Andreawan Tarigan
    Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Tangani Karhutla di Bitung, Bukti Nyata Kesiapsiagaan di Segala Medan

    Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Bitung mendapatkan penanganan cepat dari jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Utara. Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga serta kelestarian lingkungan, personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulut terjun langsung ke lokasi untuk memadamkan kobaran api.

    Langkah tanggap darurat ini membuktikan bahwa Ditpolairud Polda Sulut tidak hanya fokus pada pengamanan wilayah perairan dan udara, tetapi juga selalu siaga menghadapi potensi bencana darat saat masyarakat membutuhkan.

     

     

    Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Tangani Karhutla di Bitung, Bukti Nyata Kesiapsiagaan di Segala Medan
    Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Tangani Karhutla di Bitung, Bukti Nyata Kesiapsiagaan di Segala Medan

     

    Aksi Tanggap dan Sinergi di Lapangan

    Begitu menerima informasi munculnya titik api di Bitung, tim Ditpolairud Polda Sulut langsung bergerak ke titik lokasi kejadian dengan membawa peralatan pemadaman darurat. Di lapangan, para personel bahu-membahu bersama instansi terkait dan warga setempat melakukan tindakan terukur:

    Melokalisasi Area Kebakaran: Membuat sekat bakar darurat untuk memutus perambatan api agar tidak menyebar ke pemukiman warga maupun kawasan hutan sekitar.

    Pemadaman dan Pendinginan Lahan: Memanfaatkan sumber air terdekat serta alat pemadam portabel untuk memadamkan titik api utama hingga bara di area terjal.

    Penyisiran Titik Sekam: Memastikan sisa-sisa asap benar-benar padam guna mengantisipasi potensi timbulnya api susulan akibat tiupan angin kencang.

    Mencegah Dampak Buruk bagi Masyarakat

    Penanganan cepat ini merupakan langkah krusial untuk mencegah dampak kerugian yang lebih luas. Selain merusak ekosistem dan flora-fauna lokal, bahaya asap Karhutla dapat mengganggu kesehatan masyarakat, memicu penyakit saluran pernapasan (ISPA), serta mengganggu aktivitas transportasi darat dan udara.

    Imbauan dan Komitmen Layanan

    Sesuai dengan semangat “Sigap bertindak, hadir untuk masyarakat”, Ditpolairud Polda Sulut juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan saat membuka kawasan pertanian atau membuang puntung rokok sembarangan di area kering.

    Melalui kepedulian dan kesiapsiagaan tinggi tanpa memandang batas medan, Ditpolairud Polda Sulut berkomitmen untuk terus menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelestarian alam di bumi Nyiur Melambai.

     

  • Muncul Buku ‘Memburu Muhammad’ Diduga Penistaan Agama, Polisi Selidiki

    Muncul Buku ‘Memburu Muhammad’ Diduga Penistaan Agama, Polisi Selidiki

    Jakarta – Jagat media sosial dihebohkan kemunculan dua buku yang diduga melakukan penistaan terhadap agama. Polda Metro Jaya akan menyelidikinya.
    Kedua buku tersebut disoal oleh netizen karena dianggap mengandung unsur penistaan agama. Dua buku yang dimaksud memiliki tajuk ‘Bukan Perawan Maria’ dan ‘Memburu Muhammad’.

    Dalam postingan yang tersebar di media sosial, buku kontroversial tersebut dinarasikan ditulis oleh seseorang yang disebut pro-LGBT. Postingan media sosial juga memperlihatkan beberapa penggalan tulisan pada buku yang dianggap menistakan agama tertentu.

    Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya baru mendapat informasi tersebut. Dia mengatakan buku tersebut akan didalami oleh pihak kepolisian.

    “Ini pasti akan didalami baik itu dari Direktorat Siber apabila itu memang berada di dunia digital dan pasti juga akan ditangani dari pihak Ditreskrimum,” ujar Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (24/9).

    Budi Hermanto mengatakan informasi menyesatkan yang sering memicu gangguan ketertiban menjadi perhatian pihak kepolisian. Apalagi apabila itu menyangkut unsur SARA.

    “Kita melihat bagaimana adanya informasi-informasi yang menyesatkan masyarakat, apalagi terkait tentang suku, agama, dan ras. Ini menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

  • Polda Metro Bongkar Transaksi Sinte di Jakarta selatan, 2 Pria Ditangkap

    Polda Metro Bongkar Transaksi Sinte di Jaksel, 2 Pria Ditangkap

    Jakarta – Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap dua pria terkait kasus narkotika jenis tembakau sintetis di kawasan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). Polisi menyita barang bukti berupa sinte seberat 102,63 gram.
    “Kami dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Bahwa benar pada hari Kaxqmis tanggal 17 September 2026 sekitar jam 23.00 WIB telah mengamankan dua orang laki-laki berinisial Yd (26) dan EK (36),” kata Panit Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Sigit Firstyadi, kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).

    Keduanya diringkus setelah polisi mendapatkan informasi adanya transaksi narkoba di lokasi. Tim Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya kemudian melakukan penyelidikan untuk memastikan informasi tersebut.

    Polisi kemudian melakukan penggeledahan terhadap kedua pria tersebut. Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa tembakau sintetis siap edar.

    “Mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis tembakau sintetis dengan berat 102,63 gram,” ujarnya.

    Saat ini pelaku dan barang bukti dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Polisi masih melakukan pendalaman.

  • Polda Metro Bongkar Transaksi Sinte di Jaksel, 2 Pria Ditangkap

    Polda Metro Bongkar Transaksi Sinte di Jaksel, 2 Pria Ditangkap

    Jakarta – Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap dua pria terkait kasus narkotika jenis tembakau sintetis di kawasan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). Polisi menyita barang bukti berupa sinte seberat 102,63 gram.
    “Kami dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Bahwa benar pada hari Kaxqmis tanggal 17 September 2026 sekitar jam 23.00 WIB telah mengamankan dua orang laki-laki berinisial Yd (26) dan EK (36),” kata Panit Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Sigit Firstyadi, kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).

    Keduanya diringkus setelah polisi mendapatkan informasi adanya transaksi narkoba di lokasi. Tim Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya kemudian melakukan penyelidikan untuk memastikan informasi tersebut.

    Polisi kemudian melakukan penggeledahan terhadap kedua pria tersebut. Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa tembakau sintetis siap edar.

    “Mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis tembakau sintetis dengan berat 102,63 gram,” ujarnya.

    Saat ini pelaku dan barang bukti dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Polisi masih melakukan pendalaman.